Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Hari Ini Aku Menolaknya!

Hari ini jelas bahwa masalahku adalah kekuasaan. Luput dari kesadaranku selama ini bahwa kekuasaan yang paling racun, belenggu paling pertama yang harus hancur itu adalah kekuasaan mutlak orang tua atas anaknya. Kau boleh bilang aku tak pandai bersyukur. Aku anak durhaka. Aku tidak peduli. Kenyataanya kita semua adalah korban dari kekuasaan yang pertama itu. Diam-diam keluarga adalah agen dari kehidupan busuk, tempat kita tinggal sekarang. Butuh kecerdasan luar biasa dan nyali yang tak takut menyuarakan kebenaran untuk menyadarinya dan mengakui kenyataan itu. Awalnya, keluarga di kepalaku hanya sebatas mekanisme pengkaderan agama. Kan begitu, kita adalah partisan dari agama atau aliran spiritualitas tertentu, semuanya berkat keluarga. Tanpa ada kekuasaan apa-apa, semasa bayi merah dulu kita dipaksa menjadi bagian dari salah satunya. Ternyata hari ini jelas di mataku bahwa keluarga lebih luas dari itu. Keluarga lah yang pertama memaksa kita untuk menerima kenyataan pahit bahwa kehidup...

Jangan Campuri Perangku

Manusia adalah makhuk paling tolol tapi paling sok tahu. Mereka suka menentukan apa yang baik buat orang lain padahal banyak yang tidak beres di dirinya sendiri. Bahkan dalam soal perkelahian. Bukannya begitu makhluk bernama manusia ini? Mereka selalu bertingkah lebih tahu, tangan sebelah mana yang mesti berayun meninju lawan padahal yang berkelahi adalah orang lain, bukan dirinya sendiri. Yang lebih menjengkelkan lagi mereka menyatakan pendapatnya kepada pecudang yang kalah itu setelah perkelahianya selesai. Tanpa sebelumnya mengetahui apakah pecundang itu puas dengan pertandingannya atau menyesali kekalahnnya. Jika, kau adalah salah satu dari manusia jenis bangsat yang dimaksud tuisan ini, aku harap kalian berumur panjang dan hidup kekal selamanya dalam ketololan yang kalian anut. Begini, aku hidup dalam pertempuran yang kupilih, dan aku bukan dari jenis kalian yang menentukan semuanya tanpa sadar. Aku bukan dari jenis kalian yang bertekad mebungkam mulut musuh dengan segudang pr...
When ego clashes with another ego, the egoist won. ;)
Kebebasan tanpa uang, tenyata cukup mengerikan, tetapi tetap saja lucu. XD
tuhan (n): yang (suka) dipuja-puja dan suka menguji-nguji. makhluk tolol (n): suka memuja dan suka ujian. egois (unidentifying unique subject): hanya suka miliknya sendiri. tidak suka ujian, apalagi memuja-muji yang bukan dirinya atau miliknya.
yang lucu: "waktu miskin semua (apapun) akan terasa jauh", bapakku bilang. betul! kurasakan itu dan rasanya betul-betul bagus untuk memulai kehidupan individual yang radikal. asyik! kurasakan fitrah egoisme memancar dari biji zakar. panjang umur ketololan!
gini ya.. sama sains aja saya gak percaya apalagi sama mitos!! saya egois, bagi saya kebenaran milik saya dan sudah saya hancur-lebur tuh. :p
Sebelum tiba di "pada akhirnya", kau harus sadar semua hal yang dapat terurai di muka bumi hanyalah taik yang tertunda. 
doa (n): obat penenang yang tak perlu kautelan. Egois (unidentifying unique subject): tidak suka berdoa. lebih suka tertawa.
Jangan lupa, tuhan menghukum yang hidup dengan kematian! Kemudian, dia menghukum lagi orang-orang mati itu. ;)
negara (n): acara yang belum mau selesai. pemerintah (n): panitia yang tidak mau bubar. Egois (unidentifying unique subject): suka menghina segala yang berkaitan dengan kepanitiaan.